MUI Kalsel akan Tebitkan Alquran Mushaf Al Banjari

BANJARMASIN– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan (Kalsel) berencana untuk menerbitkan kembali Alquran dari tulisan ulama besar Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau Alquran Mushaf Al-Banjari.

Ulama besar asal Kalimanran Selatan tersebut hidup di tahun 1122-1227 hijriyah ini dikenal bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia Islam internasional dengan beberapa karya tulisnya antara lain Kitab Sabilal Muhtadin.

Gagasan akan menerbitkan Alquran Mushaf Al Banjari itu dibahas di forum diskusi Revitalisasi Seni Budaya Islam dan Analisa Proses Awal Penulisan Al Quran Mushaf Al Banjari, Sabtu 19 Oktober 2019 di aula rapat MUI Kalsel di Banjarmasin.

Hadir Ketua MUI Kalsel KH Husin Naparin dan pengurus lainnya, Sekda Pemprov Kalsel Haris Makkie mewakili gubernur Kalsel, Kapolda Kalsel, Danrem 101/Ant serta sejumlah ulama dan pimpinan ormas Islam di Kalsel.

” Kita harus menghidupkan budaya melalui revitalisasi penulisan ini,” ujar Ketua Bidang Budaya MUI Kalsel, Nasrullah AR.

Diskusi ini , menurutnya, menjadi langkah awal mengembalikan eksistensi budaya Islam yang sudah tertanam sejak dulu.

“Cuma ini tahapanya masih cukup panjang, setelah diskusi akan ada penelitian lagi, lalu evaluasi dan sebagainya,” kata Nasrullah.

Dia menjelaskan, gagasan positif hasil studi komparasi ke sejumlah MUI di Jawa beberapa waktu lalu. Diakuinya, beberapa daerah yang sudah melakukan revitalisasi mushaf ini memerlukan dana miliaran rupiah.

Tentang rencana Gubernur Kalsel tang diwakili Haris Makkie mengatakan, siap mendukung gagasan positif ini.

“Pemprov mendukung, kalau tidak mendukung saya tidak datang ke sini,” kilah Haris Makkie. (muikalsel.com/admin)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *